Rabu, 05 April 2017

Deklarasi FORMACI PP untuk Gayang Radikalisme

Wadul Warta | Cilacap – Sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya ajaran radikal yang hendak menggantikan Pancasila dan berpotensi menimbulkan perpecahan umat, beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) pembela Pancasila dan UUD 45- yang ada di Kabupaten Cilacap, mendeklarasikan Forum Ormas Cilacap Pembela Pancasila (FORMACI PP), Senin 3 April 2017 malam. FORMACI PP mempunyai misi sebagai penyeimbang kampanye masif yang dilakukan kelompok-kelompok radikal.

Iluatrasi Radikal/riauonline.co.id

Ketua FORMACI PP, M. Taufiq Hidayatulloh menuturkan, bahwa yang paling berbahaya dari kelompok radikal adalah yang menolak terhadap Pancasila dan meniadakan Kebhinekaan
“Itu merupakan bibit perlawanan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita bangun dengan cucuran darah, keringat dan air mata, kelompok ini juga meniadakan kebhinekaan,” kata Taufiq Selasa 4 April 2017 saat siaran wawancara langsung di radio Kusuma melalui telppon.
Lebih lanjut, Taufik juga mengatakan, kelompok radikal sudah leluasa masuk di sekolah-sekolah untuk “meracuni” pelajar dengan pemahaman mereka. Selain itu, kata Taufiq, tidak hanya di sekolah, di pesantren serta masjid-masjid, mereka juga melakukan pengkaderan-pengkaderan dan nyaris tidak ada pengawasan berarti dari pemerintah.
“Atas dasar perhatian inilah temen-temen ormas yang segaris dengan kami, berkumpul, bersinergi bersama-sama untuk sebagai penyeimbang atas munculnya kelompok radikal tersebut,” ucap Taufiq.
Tindak Antisipasi
Sebagai langkah awal mengantisipasi pergerakan kelompok radikal, FORMACI PP bersama dengan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) melakukan razia baliho, spanduk dan poster milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang diniai berpotensi menimpulkan perpecahan karena memprovokasi.
Lebih lanjut, Taufiq mengatakan pada hari Rabu 5 April 2017, pihaknya juga bersama dengan Banser di wilayah Sidareja, akan turun bersama untuk mengantisipasi gerakan kelompok radikal.
“Dan Insyallah hari Rabu kita bersama-sama dengan Banser di wilayah Sidareja untuk turun, kita memang bersama-sama untuk mengantisipasi gerakan kelompok radikal disana,” kata Taufiq.
Dilansir dari radiokusuma.com, saat tim mencoba menghubungi ketua HTI distrik Sidareja Harun Arrosyid, pada Selasa siang belum menemui titik terang.
Hingga pemberitaan ini diturunkan, tim pencari informasi belum berhasil menemui ketua HTI distrik Sidareja untuk mengklarifikasi terkait spanduk dan baliho milik HTI yang akan diturunkan atau dirazia oleh FORMACI PP bersama dengan Banser NU, seperti dikutip dari radiokusuma.com.(rs)

0 komentar:

Posting Komentar