Selasa, 09 Februari 2016

SEPULUH STRATEGI BELAJAR



  1. Evaluasi diri (penilaian diri): siswa mempunyai prakarsa  sendiri untuk menilai kualitas atau kemajuan pekerjaan mereka sendiri.
  2. Mengorganisasi dan mengubah: siswa mempunyai prakarsa sendiri untuk mengatur kembali bahan-bahan pelajaran untuk memperbaiki cara belajarnya sendiri.
  3. Menentukan rencana dan tujuan: penentuan rencana dan tujuan yang menyangkut penentuan target untuk melengkapi tugas/kegiatan belajar.
  4. Mencari informasi:  usaha siswa untuk mendapatkan informasi dari sumber tertulis ketika mengerjakan tugas-tugas sekolah.
  5. Mencatata dan memonitor: usaha siswa untuk merekam kejadian-kejadian / hasil belajar
  6. Mengatur lingkungan: usaha siswa untuk memilih atau mengubah lingkungan belajar agar dapat belajar dengan baik.
  7. Konsekwensi diri: menunjuk pada rencana atau imajinasi siswa tentang hadiah atau hukuman yang akana diberikan untuk keberhasilan maupun kegagalan sendiri.
  8. Mengulang dan mengingat: usaha siswa untuk mengingat bahan-bahan dalam bentuk latiaha dalam hati maupun bukan.
  9. Mencari bantuan: usaha siswa untuk mencari bantuan dari teman sebaya, guru maupun orang dewasa lainnya dalam kegiatan belajarnya.
  10. Mereview/ menelaah catatan kembali/ tes/ buku pelajaran.: usaha siswa untuk membaca kembali catatan, tes yang sudah lalu maupun buku-buku pelajaran untuk menghadapi pelajaran di kelas maupun untuk menghadapi ulangan.

TEPAT: adalah kependekan dari tema dan minat, energize, posisi, alat bantu, taktik.
Setidaknya kelima unsur itu dapat dijadikan pegangan untuk menghadapi hambatan dalam membaca buku.
Tema dan minat
-          Pastikan anda telah mengenal minat anda sendiri sebelum membeli dan membaca buku.
-          Tema dan minat yang sesuai, dapat mendunkung kemauan seseorang untuk tetap membaca.
Energize, membangkitkan motivasi.
-          Sebelum membaca, anda harus menghidupkan (memotivasi) diri untuk dapat membaca lebih baik, bukan ogah-ogahan.
-          Pikiran “aku membaca karena aku membutuhkan isi buku ini” lebih sugestif dari pada pikiran “aku membaca karena buku ini harus kukembalikan hari ini juga”.
Posisi tubuh ideal.
-          Ketenangan dalam membaca amat diperlukan, demikian pula posisi tubuh yang nyaman.
-          Posisi tubuh yang nyaman akan mendukung konsentrasi dan terhindar dari kelelahan diri.
-          Posisi yang paling ideal adalah duduk. Jarak mata denan buku tidak boleh terlalu dekat. Punggung tidak membungkuk, dan usahakan serileks mungkin.
Alat-alat bantu.
-          Lampu penerangan cukup.
-          Tentukan, apakah anda memerlukan kacamata dan pendingin ruangan.
-          Sediakan alat tulis untuk memberi tanda pada bagian-bagian yang penting.
Taktik.
-          Langkah pertama: mengidentifikasikan ragam buku yang harus dibaca (dari yang terpenting sampai pelengkap atau mulai tipis sampai tebal)
-          Langkah kedua: atur jadwal membaca dan tepati jadwal tersebut.
Cara membantu memusatkan perhatian:
1.      Baca dengan suara keras.
2.      Jika terasa konsentrasi meningkat, kurangi volume suara secara bertahap sehingga akhirnya konsentrasi anda tidak terpecah meskipun anda membaca di dalam hati.
3.      Membayangkan/membuat gambaran dalam benak anda tentang apa yang sedang dibaca.
4.      jika perlu dapat diringi dengan alunan musik atau sambil menyantap makanan ringan.

 Singgih..

0 komentar:

Posting Komentar