Sabtu, 22 Maret 2014

Konsep Esensial Geografi

E. Konsep Esensial Geografi
Para Ahli Geografi Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Geografi
Indonesia ( IGI ) dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan tahun 1988 yang
mengemukakan sepuluh konsep esensial ( dasar ) geografi ini, yaitu
sebagai berikut:
1. Konsep Lokasi
Konsep lokasi menjadi ciri khusus ilmu pengetahuan geografi. Secara
pokok, konsep lokasi dibedakan menjadi dua, yaitu.
- Lokasi Absolut, Lokasi ini menunjukkan letak yang tetap terhadap
sistem grid atau koordinat. Untuk menentukan lokasi ini, harus
menggunakan letak secara astronomis, yaitu berdasarkan garis lintang
dan garis bujur. Letak absolut bersifat tetap dan tidak berubah.
Contoh: Indonesia terletak di antara 6°LU-11°LS dan di antara 95°BT-141°BT.
- Lokasi Relatif, Lokasi relatif sering disebut dengan letak
geografis. Lokasi relatif sifatnya berubah-ubah dan sangat berkaitan
dengan keadaan sekitarnya.
Contoh: MA Ell Firdaus Kedungreja terletak di sebelah selatan Pondok
Pesantren Ell Firdaus 3 Kedungreja.
2. Konsep Jarak
Jarak berkaitan erat dengan lokasi, dan dinyatakan dengan ukuran
jarak lurus di udara yang mudah diukur pada peta. Jarak dapat juga
dinyatakan sebagai jarak tempuh, baik yang berkaitan dengan waktu
perjalanan yang diperlukan maupun dengan satuan biaya angkutan. Jarak
sebagai pemisah antara dua tempat bisa berubah sesuai dengan
perkembangan zaman.
3. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan tidak selalu berhubungan dengan jarak. Keterjangkauan
lebih berhubungan dengan kondisi medan yang berkaitan dengan sarana
angkutan dan transportasi yang digunakan. Keterjangkauan atau
aksesibilitas suatu daerah yang masih rendah lamakelamaan akan berubah
menjadi lebih baik seiring dengan perkembangan kemajuan perekonomian
dan teknologi.
4. Konsep Morfologi
Bentuk permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya
dengan aktivitas manusia.
5. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi atau pemusatan adalah kecenderungan persebaran penduduk
yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan
bersifat menguntungkan, karena kesamaan gejala ataupun faktor-faktor
umum yang menguntungkan.
6. Konsep Nilai Kegunaan
Manfaat suatu wilayah atau daerah mempuyai nilai tersendiri bagi
orang yang menggunakannya.
7. Konsep Pola
Geografi mempelajari pola-pola, bentuk, dan persebaran fenomena di
permukaan bumi. Geografi juga berusaha memahami makna dari pola-pola
tersebut serta berusaha untuk memanfaatkannya. Pola berkaitan dengan
susunan, bentuk, dan persebaran fenomena dalam ruang muka bumi.
8. Konsep Deferensiasi Areal
Suatu wilayah kaitannya dengan wilayah lain. Wilayah di permukaan
bumi memiliki perbedaan nilai yang terdapat di dalamnya. Deferensiasai
areal juga berakibat terjadinya interaksi penduduk antarwilayah,
misalnya mobilisasi penduduk (transmigrasi, urbanisasi, imigrasi dan
emigrasi), dan pertukaran barang dan jasa.
9. Konsep Interaksi dan Interdependensi
Interaksi adalah kegiatan saling memengaruhi daya, objek, atau tempat
yang satu dengan tempat lainnya. Setiap wilayah tidak dapat memenuhi
kebutuhannya sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan wilayah lain,
sehingga memunculkan adanya hubungan timbal balik dalam bentuk arus
barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide, dan lain-lain.
10. Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan keruangan atau asosiasi keruangan adalah derajat
keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu
tempat atau ruang. Fenomena yang dimaksud adalah fenomena alam dan
fenomena kehidupan sosial.

Demikin postingan saya mengenai materi Bab.1 Dasar-Dasar Ilmu Geografi
- E. Konsep Esensial Geografi
ikuti saya di twitter http://twitter.com/restusinggih43 semoga bermanfaat :-)

0 komentar:

Posting Komentar